Hubungi Kami
(021) 2952 6000 - (021) 2901 8800
Select your language
Detail News
Sudah Keluar Aturan, Kredit Properti Orang Asing Tidak Diterima Bank
11 November 2016
JAKARTA, KOMPAS.com - Meski telah diatur pemerintah, kepemilikan properti asing masih diperdebatkan terutama dari sisi perbankan. Menurut Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy, sejumlah bank tidak menerima kredit yang diajukan untuk properti orang asing.

"Perbankan tidak terima hak pakai, padahal menurut Kementerian ATR/BPN (Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional) bisa diterima. Ini harus disosialisaikan," ujar Eddy saat Forum Group Discussion "Kepastian Implementasi Kebijakan Kepemilikan Properti oleh Orang Asing", di Hotel Rafles, Jakarta, Senin (31/10/2016).

Ia mengatakan, sebenarnya sudah jelas antara hak pakai dan hak guna bangunan (HGB). Awalnya, bank masih mengira bahwa keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Namun dari sisi hak dan waktu, antara hak pakai dan HGB sebenarnya sama.

Karena ketidaktahuan dan keragu-raguan dari pihak bank, implementasi aturan properti untuk orang asing menjadi tidak maksimal di lapangan. Meski demikian, Eddy yakin hal tersebut hanya masalah waktu sampai bank memahami hal ini. "Bank kan juga cari bisnis. Kalau properti bagus dan terjamin, maka tidak masalah," tutur Eddy.

Aturan kepemilikan properti orang asing di Indonesia diatur dalam dua regulasi, yakni Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri (Permen). PP Nomor 103 Tahun 2015 berisi tentang Pemilikan Rumah Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

Sementara Permen Agraria dan Tata ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 29 Tahun 2016 mengatur Tata Cara Pemberian, Pelepasan, atau Pengalihan Hak atas Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.

Dalam aturan ini, Hak Pakai akan diberikan saat orang membeli properti yang sudah memiliki status hak milik atau HGB. Notaris merupakan pihak yang membuat akta pemindahan hak, dan pejabat lelang membuat akta risalah lelang atas Hak Milik dan HGB. Hak Pakai untuk rumah tapak ataupun rusun baru, diberikan 30 tahun, yang dapat diperpanjang 20 tahun dan diperbaharui lagi 30 tahun. Dengan demikian, total masa kepemilikan adalah 80 tahun.

Adapun untuk rumah tapak dan rusun di atas Hak Milik atau HGB yang sudah berjalan, maka Hak Pakai yang didapat adalah sisa jangka waktu berlaku HGB dan dapat diperpanjang 20 tahun dan diperbaharui untuk jangka waktu 30 tahun.

Sumber : Kompas.com
Penulis : Arimbi Ramadhiani
Editor : Hilda B Alexander
Foto : Thinkstock
Other News
  • Keuntungan Lain Membeli Rumah dengan KPR
    Jakarta - Hanya segelintir orang yang mampu membeli properti mereka secara tunai. Sebagian dari mereka,
    View All
  • Mengapa Nilai Appraisal Rumah Saya Rendah?
    Jakarta - Proses peminjaman uang untuk pembelian rumah dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) membutuhkan proses
    View All
  • Dirut BTN, Prospek Bisnis Properti 2017 Makin Baik

    Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan terus memacu penciptaan pengembang baru dan

    View All
  • Inilah 5 Calon Gedung Tertinggi di Asia

    KOMPAS.com - Bangunan tinggi seakan menjadi salah satu indikator kemajuan bangsa. Tidak heran, setiap negara

    View All
  • Pembangunan Apartemen di Ciledug Dimulai
    TANGERANG, KOMPAS.com - Moizland Development akhirnya melakukan pemancangan tiang pertama atau groundbreaking proyek apartemen The
    View All
  • Di Apartemen Ini, Pembeli Bisa Pilih Sendiri Desain dan Warna Furnitur
    TANGERANG, KOMPAS.com - Moizland Development mengklaim proyek apartemen dan mal besutannya, THE PALM REGENCY,
    View All
Contact Information

CENTURY21 Mediterania 2

Rukan Paris Blok A No. 1

Komplek Golf Lake Residence

Jl. Kamal Raya Outer Ring Road

Cengkareng Timur - Jakarta Barat 11730

Phone : (021) 2952 6000
Fax : (021) 2952 6060
Product Sale
Beranda :: PROJEK :: Berita Property :: Promosi :: Hubungi Kami
Copyright © 2018 Century Mediterania 2 - Design By LawaveDesign.com All rights reserved.