Hubungi Kami
(021) 2952 6000 - (021) 2901 8800
Select your language
Detail News
Ekonomi Belum Stabil, Pasar Properti Tetap Tumbuh di 2016
14 December 2015

Jakarta -Kondisi ekonomi tahun depan diprediksi masih kurang begitu kondusif. Lembaga riset properti, Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) melihat, pasar properti di tahun 2016 akan mulai bangkit di tengah masih kurang kondusifnya kondisi ekonomi nasional.

Pasar properti menurut Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, bahkan tidak akan terpengaruh dengan gonjang-ganjing ekonomi saat ini yang salah satunya diwarnai oleh kebijakan ekonomi Bank Sentral Amerika Serikat dengan rencana kenaikan suku bunga acuannya yakni Fed Rate.

"The fed menaikkan suku bunga, paling akan membuat rupiah misalnya menjadi Rp 14.000 per dolar AS, tapi tidak akan berdampak pada industri properti, terutama harga properti yang di bawah Rp 1 miliar," ujar dia dalam paparan risetnya yang dikutip detikFinance, Senin (14/12/2015).

Pertumbuhan ini bisa terjadi karena berbagai infrastruktur yang dibangun Pemerintah saat ini mulai bisa dirasakan hasilnya tahun depan. Selain itu, berbagai stimulus ekonomi tahun depan terkait industri properti pun bakal mulai bisa dirasakan dampaknya.

"Kebijakan pelonggaran kredit properti melalui LTV (Loan to Value) dari Bank Indonesia yang diumumkan pada Juli 2015, baru akan terasa di 2016," kata dia.

Pelonggaran LTV yang dimaksud berupa penurunan batas uang muka yang wajib dibayarkan konsumen dalam pengajuan kredit dalam hal ini Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Rencananya, untuk kepemilikan rumah pertama, besaran LTV dinaikkan dari 80% menjadi 90% sehingga besaran uang muka atau down payment (DP) yang harus ditanggung konsumen turun dari sebelumnya sekitar 20%-30% menjadi hanya 10% saja.

Serta masih banyak stimulus ekonomi lain yang diberikan Pemerintah untuk mendongkrak daya beli mesayarakat terhadap unit hunian.

Namun demikian menurutnya pertumbuhan tentu tidak terjadi di semua kelas harga properti yang ditawarkan. Ia mengatakan, pasar properti di tahun 2016 akan lebih banyak bergerak di segmen menengah bawah.

Hal ini mengingat kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah lebih banyak menyasar mereka yang secara kemampuan ekonomi masih terbatas namun benar-benar membutuhkan rumah tinggal.

"Pasar perumahan menengah bawah yang harganya kurang dari Rp 600 juta akan tumbuh 8-10%. Apartemen kelas menengah yang harganya kurang dari Rp 1 miliar akan tumbuh 10-12%. Sedangkan perumahan dan apartemen segmen atas masih akan stagnan," pungkas dia.

Sumber : detik.com
Dana Aditiasari - detikfinance
Senin, 14/12/2015 08:42 WIB

Other News
  • Keuntungan Lain Membeli Rumah dengan KPR
    Jakarta - Hanya segelintir orang yang mampu membeli properti mereka secara tunai. Sebagian dari mereka,
    View All
  • Mengapa Nilai Appraisal Rumah Saya Rendah?
    Jakarta - Proses peminjaman uang untuk pembelian rumah dengan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) membutuhkan proses
    View All
  • Dirut BTN, Prospek Bisnis Properti 2017 Makin Baik

    Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan terus memacu penciptaan pengembang baru dan

    View All
  • Sudah Keluar Aturan, Kredit Properti Orang Asing Tidak Diterima Bank
    JAKARTA, KOMPAS.com - Meski telah diatur pemerintah, kepemilikan properti asing masih diperdebatkan terutama dari sisi
    View All
  • Inilah 5 Calon Gedung Tertinggi di Asia

    KOMPAS.com - Bangunan tinggi seakan menjadi salah satu indikator kemajuan bangsa. Tidak heran, setiap negara

    View All
  • Pembangunan Apartemen di Ciledug Dimulai
    TANGERANG, KOMPAS.com - Moizland Development akhirnya melakukan pemancangan tiang pertama atau groundbreaking proyek apartemen The
    View All
Contact Information

CENTURY21 Mediterania 2

Rukan Paris Blok A No. 1

Komplek Golf Lake Residence

Jl. Kamal Raya Outer Ring Road

Cengkareng Timur - Jakarta Barat 11730

Phone : (021) 2952 6000
Fax : (021) 2952 6060
Product Sale